Medan (Humas) - MTsN 2 Medan menyelenggarakan Workshop Implementasi
Kurikulum Berbasis Cinta sebagai upaya memperkuat pemahaman dan penerapan
nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, dan karakter dalam proses pembelajaran di
madrasah.
Workshop ini dilaksanakan pada Kamis (22/01/2026)
bertempat di ruang
guru MTsN 2 Medan, dan diikuti oleh kepala madrasah, wakil kepala
madrasah, guru, serta tenaga kependidikan MTsN 2 Medan.
Workshop ini menghadirkan dua pemateri kompeten, yakni Drs. Luthfi Maulana Nasution, M.Pd dan Dr. Susmaini, M.Pd yang menyampaikan materi secara komprehensif terkait konsep, filosofi, serta praktik penerapan kurikulum berbasis cinta dalam proses pembelajaran di madrasah. Para peserta mendapatkan penguatan tentang pentingnya membangun relasi positif antara pendidik dan peserta didik sebagai fondasi utama pembelajaran yang bermakna.

Kepala MTsN 2 Medan, Dra. Pesta Berampu, MA
dalam sambutannya menyampaikan bahwa implementasi kurikulum berbasis cinta
menjadi langkah strategis untuk menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman,
dan menyenangkan.
“Melalui kurikulum berbasis cinta, guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi
juga menanamkan nilai empati, kepedulian, dan akhlak mulia kepada peserta
didik,” ujarnya.
Kegiatan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai cinta, kepedulian, dan penghargaan terhadap peserta didik ke dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembelajaran. Dengan pendekatan ini, diharapkan proses pendidikan di MTsN 2 Medan semakin bermakna dan berdampak positif bagi perkembangan karakter siswa.

Workshop dilaksanakan melalui pemaparan
materi, diskusi interaktif, serta refleksi praktik pembelajaran. Para peserta
tampak antusias mengikuti setiap sesi dan aktif berdiskusi bersama pemateri.
Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Medan menegaskan
komitmennya untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan serta mendukung
kebijakan pengembangan kurikulum yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan
kasih sayang. (SZ/FS)